Analisis Komparatif Kinerja Komputasi Brute Force pada Arsitektur GPU NVIDIA Turing, Ampere, dan Ada Lovelace

Authors

  • Miko Kastomo Putro Universitas AMIKOM Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.59095/ijcsr.v5i1.253

Keywords:

Brute Force, Forensik Digital, GPU, Hashcat, Kinerja Komputasi

Abstract

Dalam investigasi forensik digital, efektivitas serangan brute force untuk pemulihan kata sandi sangat bergantung pada kapasitas komputasi perangkat keras. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan membandingkan kinerja tiga generasi Graphics Processing Unit (GPU) kelas menengah NVIDIA, yaitu GeForce GTX 1660 Ti (Turing), RTX 3050 (Ampere), dan RTX 4060 (Ada Lovelace). Metode penelitian menggunakan pendekatan eksperimental kuantitatif dengan perangkat lunak Hashcat untuk mengukur hashrate, latensi, dan suhu pada tiga algoritma dengan kompleksitas berbeda: MD5, SHA-256, dan Bcrypt. Hasil pengujian menunjukkan bahwa RTX 4060 mendominasi seluruh skenario pengujian dengan peningkatan kinerja signifikan. Namun, ditemukan fenomena anomali pada komparasi generasi sebelumnya. Pada algoritma berbasis memory-bound (MD5 dan SHA-256), GTX 1660 Ti justru mengungguli RTX 3050 hingga 47% karena keunggulan lebar jalur memori 192-bit. Sebaliknya, pada algoritma compute-bound (Bcrypt), RTX 3050 berbalik unggul dua kali lipat dibandingkan GTX 1660 Ti berkat efisiensi arsitektur core yang lebih modern. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun arsitektur terbaru (RTX 4060) menawarkan performa terbaik, pemilihan perangkat keras pada anggaran terbatas harus disesuaikan dengan karakteristik target algoritma, di mana spesifikasi memory bus menjadi faktor krusial untuk algoritma ringan

Downloads

Published

2026-01-31

How to Cite

Putro, M. K. (2026). Analisis Komparatif Kinerja Komputasi Brute Force pada Arsitektur GPU NVIDIA Turing, Ampere, dan Ada Lovelace. The Indonesian Journal of Computer Science Research, 5(1), 79–85. https://doi.org/10.59095/ijcsr.v5i1.253

Issue

Section

Articles